rss
twitter

Dosa-Dosa Media Amerika

0

posted by | Posted in | Posted on


Oleh: Iwan Awaluddin Yusuf*
*Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Islam Indonesia, peneliti di Pusat Kajian Media dan Budaya Populer (PKMBP) dan Pemantau Regulasi dan Regulator Media (PR2MEDIA)Yogyakarta.

Apa yang paling parah dari film Hollywood? Tentu saja kebohongannya tentang Amerika. Dari aksi heroik Rambo yang sendirian mampu menghabisi satu pasukan tempur tanpa lecet, sampai kemenangan naif Amerika di setiap film-film perangnya, termasuk perang Vietnam yang nyata-nyata membuktikan kekalahan telak mereka hampir dalam setiap pertempuran.

Belakangan, tak hanya film yang membuat masyarkat dunia sadar telah dininabobokkan oleh kebohongan Amerika. Media dan jurnalisme di sana -yang ironisnya seringkali menjadi kiblat kebebasan media- (termasuk di Indonesia) tenyata tak lebih sebagai aktor pembohong nomor satu di dunia. Contohnya pada kasus Invasi Irak. Investigasi resmi internasional menyimpulkan, Irak tidak memiliki senjata pemusnah massal. Namun, dengan bantuan media korporat Amerika, Bush membohongi publik agar percaya pada kabar bohong tersebut dengan maksud untuk meraih dukungan dan legalitas atas invasi ke Irak.

Banyak fakta penting lainnya yang tidak pernah diberitakan CNN, Fox News, ABC, CNBC, atau BBC. Lebih parah lagi, berita-berita yang berasal dari media tersebut juga diputar ulang oleh media televisi lokal negara-negara lain, termasuk Indonesia. Sebutlah fakta-fakta berikut ini:
  • PNAC (Project for a New American Century) menguasai pemerintah Amerika. Mereka memiliki banyak motif yang membuka pintu bagi terjadinya serangan 9/11.
  • Tentara AS tertawa sambil menari-nari mengelilingi tubuh warga sipil Irak yang tewas bersimbah darah.
  • AS menahan bocah 11 tahun di penjara Abu Ghraib. Mantan komandan AS mengatakan berdasarkan investigasi umum, terjadi penganiayaan di penjara itu.
  • Para polisi Inggris yang beroperasi di Basrah menyiksa setidaknya dua orang warga sipil hingga mati dengan menggunakan bor listrik.
  • AS mengambil keuntungan dari merebaknya perdagangan opium di Afghanistan.
  • Seorang tahanan di Guantanamo pada bulan April 2003 melaporkan kepada FBI bahwa ia dipaksa berdiri telanjang di hadapan seorang interogator wanita.
  • Virus HIV AIDS itu asal mulanya bukan dari simpanse, tapi ciptaan para ilmuwan yang kemudian diselewengkan melalui rekayasa tertentu untuk memusnahkan etnis tertentu.
  • Fluorida yang terkandung dalam pasta gigi untuk jangka panjang membahayakan kesehatan. Tapi, selama 50 tahun lebih, pemerintah dan media AS menganjurkan fluorida sebagai sarana yang aman dan efektif untuk mencegah gigi berlubang.
  • Senjata pemusnah massal milik AS, seperti tabung uranium, jarang sekali disebutkan media Amerika, tak terkecuali dampak jangka panjangnya.
Apakah fakta-fakta tersebut diberitakan media Amerika? Jawabnya tentu saja tidak pernah. Lalu apa yang ditampilkan media di sana? Tak ayal,mereka hanya sibuk melaporkan berita-berita yang mengharumkan nama pemerintah AS sementara kebenaran yang barangkali akan mengotori citra itu disingkirkan. Apakah ini yang disebut jurnalisme? Tentu saja bukan. Ini hanyalah manipulasi citra dan pikiran.
Bagaimana tentang Indonesia? Serangkaian aksi pengeboman di Indonesia tampaknya lebih merupakan kampanye terselubung intelijen Barat dan media untuk memberi kesan bahwa Indonesia adalah negara teroris. Mereka mengobarkan kemarahan kelompok-kelompok muslim lokal dengan menyebarkan fitnah dan membuat istilah-istilah: Islam Garis keras, Islam Radikal, Islam Puritan, dan sebagainya.
Lewat riset pribadi yang mendalam dan meyakinkan, Jerry D. Gray menemukan banyak fakta mengenai media televisi korporat (terutama di Amerika Serikat). Peristiwa-peristiwa dunia yang kerap kita saksikan lewat berita televisi telah dipelintir, dimanipulasi dengan kebohongan, bahkan tipuan. Media korporat Amerika telah mengalami pergeseran dari sarana yang melaporkan berita aktual menjadi mesin propaganda yang setia mendukung presiden dan pemerintah AS, terlepas kebijakan presiden tersebut keliru maupun benar.
Dalam buku ini, Gray misalnya memaparkan kebobrokan media Amerika yang berprestasi menyelamatkan George W. Bush sehingga lepas dari pelanggaran serius atas undang-undang dan hukum internasional. Tidak pernah ada satu pun investigasi serius yang dilakukan untuk menangani perilaku Bush yang tak kenal hukum walaupun sudah banyak bukti yang memberatkannya.
Sebelum invasi ke Irak, pemerintahan Bush mengklaim bahwa Muhammad Atta (terdakwa pimpinan serangan 11 September) bertemu dengan pejabat intelijen Irak di Praha. Pertemuan itu diduga sebagai bukti adanya kaitan antara Saddam dengan Al-Qaeda. Walaupun presiden Ceko menyatakan bahwa klaim tersebut tidak benar, pejabat pemerintahan Bush tetap bersikeras menjadikan pertemuan tersebut sebagai alasan untuk melancarkan perang. Maka terjadilah perang itu.
Dua tahun kemudian, lebih dari 1.700 pasukan sekutu gugur, puluhan ribu luka-luka. Sementara itu, di pihak Irak terjadi kematian hampir 100 jiwa tiap minggunya. Meski tak ada data resmi, diperkirakan puluhan ribu jiwa telah menjadi korban dan media berita tetap bungkam.
Selain tidak memberikan laporan akurat mengenai jumlah korban, media Amerika juga tidak pernah menginformasikan tentang kerusakan alam, properti serta penderitaan rakyat Irak. Mereka hanya mempublikasikan “kejayaan” serdadu Amerika sambil membiarkan nasib penduduk sipil yang terbunuh hampir setiap harinya. Kebanyakan warga Amerika hidup dalam ilusi bahwa perang tidak banyak menimbulkan pertumpahan darah dan kerusakan. Perang di mata media AS adalah perjuangan menegakkan demokrasi. Mereka agak sulit menyadari bahwa senjata penghancur, bom, rudal, dan tomahawk mereka telah merenggut jutaan nyawa manusia. Kondisi yang bahkan sangat jauh dari prinsip HAM dan demokrasi–yang konon dijunjung tinggi negara Amerika.
Lewat fakta-fakta meyakinkan yang disajikan buku ini, pembaca diajak menelusuri betapa hebatnya media Amerika memanipulasi pikiran masyarakat melalui “berita” yang yang mereka sajikan. Buku yang di Indonesia diterbitkan dan diterjemahkan oleh UFUK Press ini sangat layak dibaca oleh siap saja, khususnya pemerhati media. Namun demikian, terdapat beberapa hal yang mengurangi kenyamanan membaca buku ini. Pertama, seperti saya jumpai di beberapa buku UFUK yang lain, spasi dan font yang digunakan terlalu besar dan renggang sehingga mengesankan “asal tebal”. Barangkali strategi ini menjadi cara penerbit memaksimalkan keuntungan. Kedua, buku yang ditulis Gray ini seolah terlalu bersemangat dalam penyajian data-data sehingga sistematika dan elaborasi analisisnya kurang runut dan mendalam. Ketiga, menjadi agak aneh dan terkesan asal comot ketika bagian terakhir buku ini secara utuh memasukkan prinsip 9 elemen jurnalisme dari Kovach dan Rosenstiel sebagai parameter menilai etika media. Ironisnya tanpa menyebutkan sumbernya. Pertanyannnya, apakah ini tambahan dari editor atau versi penulis aslinya? Seharusnya bahasan etika tersebut bisa diintegrasikan lebih smooth.
Media Amerika, Separah Itukah?
Di luar buku Gray, para wartawan maupun akademisi bidang jurnalistik rata-rata berkomentar buruk tentang media massa di Amerika Serikat (AS). ”Pers Amerika sedang menghadapi krisis kepercayaan dari masyarakatnya, ” tutur Tom Baxter, redaktur di The Atlanta Journal-Constitution. Hal serupa juga diungkapkan wartawan dari Associated Press, Chicago Tribune, San Francisco Chronicle, The Sacramento Bee, Chicago Sun-Times, Athens Banner Herald, Sacramento News & Review, dan The Washington Times (Masha, 2006).
Hal itu juga diakui Robert Dietz dari Committe to Protect Journalists. Bahkan ia menyebut jaringan televisi kabel CNN sebagai pabrik berita. Nada paling minor ditujukan ke jaringan televisi Fox milik Rupert Murdoch. Namun mereka mengakui, dari semua ragam media, media cetak paling bisa dipercaya.
Mengapa krisis ini bisa terjadi? Barangkali ungkapan paling lugas dikemukakan Robert W McChesney. Melalui bukunya yang berjudul The Problem of the Media: US Communication Politics in the Twenty-First Century, ia menilai bahwa pers AS memasuki fase the age of hyper commercialism sehingga jurnalisme sedang berada pada situasi krisis yang luar biasa. Berita telah menjadi komoditas dan profesionalisme wartawan berhadapan dengan kontrol perusahaan. Tentu saja hal itu karena perusahaan selalu melihat sisi keuntungan bisnis, sedangkan pers selalu melihat dari sisi kepentingan publik. Padahal, saat ini, 75 persen pendapatan perusahaan diraup dari iklan. Pers memang dalam dilema.
James T Hamilton, dalam bukunya yang berjudul All the News That’s Fit to Sell: How the Market Transforms Information into News (Semua Berita yang Layak Jual: Peran Pasar dalam Mengubah Informasi Menjadi Berita), menegaskan peran bisnis dalam jurnalistik. Judul buku itu sendiri menyindir motto The New York Times, yaitu All the News That’s Fit to Print (Semua Berita yang Layak Cetak).
Hal itu makin menegaskan tekanan kepentingan bisnis dalam pemberitaan. Karena itu Hamilton mengajukan pertanyaan, siapa sebenarnya yang membunuh berita? Melalui riset yang tekun dengan menyajikan isi koran-koran di AS sejak dulu hingga kini, ia menggambarkan perjalanan pers AS yang dari waktu ke waktu memuat berita yang sesuai tuntutan pasar. Pada akhirnya pasar yang membuat agenda setting media massa.
Jadi, masihkan kita percaya dengan media Amerika?
Data Teknis: Judul: Dosa-Dosa Media Amerika Penulis: Jerry D. Gray Penyunting: Leinovar Penerbit: Ufuk Press Tahun terbit: 2006 Halaman:251+xxvii

Liz Murray, Tunawisma yang Berhasil Lulus dari Harvard

0

posted by | Posted in , | Posted on

Liz Murray

REPUBLIKA.CO.ID, BRONX--Universitas Harvard, siapa tak kenal? Masuk ke sana, tak semua orang bisa. Hanya yang berotek encer dan tajir yang bisa menembusnya.

Pengecualian terjadi pada Liz Murray. Anak jalanan yang berorang tua pecandu narkoba dan tak memiliki rumah ini, dengan tekadnya yang gigih, berhasil menembus tembok kokoh perguruan tinggi di negara kapitalis itu. Tak hanya itu, ia berhasil lulus dengan nilai memuaskan.

Dalam buku terbaru yang dalam hitungan hari menjadi best seller di AS, Liz menceritakan kisah hidupnya, mulai dari berbagi pasta gigi dengan adiknya sebagai menu makan malam, ketergantungan narkoba orang tuanya, hingga saat berjuang meraih gelar sarjana dari universitas beken itu.

Dibesarkan di Bronx dengan orang tua yang kecanduan obat berat, Liz Murray putus sekolah dan menjadi gelandangan pada usia 15. Ia dan adiknya dipaksa untuk mencuri makanan untuk bertahan hidup.

"Kami makan es batu karena rasanya seperti makan. Kami membagi sebuah tabung pasta gigi di antara kami untuk makan malam," ujarnya.

Namun satu yang tak pernah ditinggalkan kedua kakak beradik ini: meninggalkan bangku sekolah. Mereka menempuh pendidikan dasar dan menengah di sekolah kotor dan penuh dengan kutu.

Melalui baru yang luar biasa berjudul Breaking Night: A Memoir Of Forgiveness, Survival, And My Journey From Homeless To Harvard, dia bercerita tentang bagaimana mengubah hidup di sekeliling untuk lulus dari Harvard. Buku ini akan diterbitkan di Inggris pada bulan Januari. Kini, kisah hidupnya akan menjadi sebuah drama televisi yang dibintangi pemeran American Beauty, aktris Thora Birch.

Dalam bukunya, wanita 29 tahun ingat bagaimana ia menghabiskan masa kecilnya menonton orangtuanya menghabiskan pembayaran kesejahteraan mereka pada heroin dan kokain. 'Kedua orang tua saya hippie. Pada saat awal 1980-an saat aku dilahirkan, disko dan obat adalah makanan sehari-hari keduanya," jelasnya.

Saat berusia tiga atau empat tahun, ia terbiasa melihat orang tuanya mabuk berat akibat narkoba. "Aku belajar bahwa Ma dan Pa punya kebiasaan aneh bersama, dengan rincian yang tersembunyi dari saya," katanya.

Dalam memoar itu juga dikisahkan bagaimana orangtuanya mencuri uang ulang tahunnya, dan bahkan menjual televisi keluarga untuk memenuhi ketagihannya.

Ketika berusia 15 tahun, Liz mengetahui bahwa ibunya adalah pengidap HIV/AIDS. Dia meninggal tak lama setelah itu, dan ketika ayahnya diusir setelah gagal membayar sewa, keluarga menjadi tunawisma.

Sementara ayahnya, yang juga meninggal karena AIDS pada tahun 2006, menemukan tempat di tempat penampungan, dan kakaknya pindah ke rumah temannya, Liz menemukan "rumah" lain: gerbong kereta kosong atau bangku taman.

Pada usia 17 tahun dia membuat keputusan untuk mengubah hidupnya. Dia menyelesaikan empat tahun SMA-nya dan memperoleh dukungan dari seorang guru yang melihat tekad dan potensial. "Seperti ibu saya, saya selalu berkata,"Aku akan memperbaiki hidupku suatu hari"," Katanya.

Belajar dari kisah hidup ibunya pula, ia menyimpulkan sangat merugi orang yang mati sebelum impiannya terwujud. Maka ia berjuang keras memenangkan beasiswa dari New York Times untuk belajar di Harvard.

Liz sekarang bekerja sebagai pembicara inspirasional, dan berbicara kepada remaja pentingnya menolak godaan obat, dan tidak membiarkan kesulitan menghambat hidup mereka. Dia telah memberikan pidato bersama Tony Blair, Mikhail Gorbachev, dan Dalai Lama, dan diberi penghargaan Chutzpah oleh Oprah Winfrey.

Hebatnya, Liz tidak menganggap pahit atau marah tentang masa lalunya. Dalam bukunya, ia menulis tetap menghormati orang tuanya, bagaimanapun kondisi mereka saat hidup. "Mereka penuh cinta dan mencintai saya dengan cara mereka sendiri," ujarnya.

Foto-Foto Bukti Bulan Pernah Terbelah

1

posted by | Posted in , , | Posted on

foto koleksi NASA


“Sungguh telah dekat hari kiamat, dan bulan pun telah terbelah.” (Q.S. Al-Qamar: 1)


Kisah Rasulullah Muhammad Saw membelah bulan
Kisah itu adalah sebelum hijrah dari Mekah Mukarramah ke Madinah Munawarah. Orang2 musyrik berkata, “Wahai Muhammad, kalau engkau benar Nabi dan Rasul, coba tunjukkan kepada kami satu kehebatan yang bisa membuktikan kenabian dan kerasulanmu (dengan nada mengejek dan meng-olok2)?”

Rasulullah bertanya, “Apa yang kalian inginkan?” Mereka menjawab, “Coba belah bulan…” Rasulullah pun berdiri dan terdiam, berdoa kepada Allah agar menolongnya. Lalu Allah memberitahu Muhammad SAW agar mengarahkan telunjuknya ke bulan. Rasulullah pun mengarahkan telunjuknya ke bulan dan terbelahlah bulan itu dengan se-benar2-nya.

Serta-merta orang2 musyrik pun berujar, “Muhammad, engkau benar2 telah menyihir kami!” Akan tetapi para ahli mengatakan bahwa sihir, memang benar bisa saja “menyihir” orang yang ada disampingnya akan tetapi tidak bisa menyihir orang yang tidak ada di tempat itu.

Lalu mereka pun menunggu orang2 yang akan pulang dari perjalanan. Orang2 Quraisy pun bergegas menuju keluar batas kota Mekkah menanti orang yang baru pulang dari perjalanan. Dan ketika datang rombongan yang pertama kali dari perjalanan menuju Mekkah, orang2 musyrik pun bertanya, “Apakah kalian melihat sesuatu yang aneh dengan bulan?” Mereka menjawab, “Ya, benar. Pada suatu malam yang lalu kami melihat bulan terbelah menjadi dua dan saling menjauh masing2-nya kemudian bersatu kembali...”

Maka sebagian mereka pun beriman, dan sebagian lainnya lagi tetap kafir (ingkar). Oleh karena itu, Allah menurunkan ayat-Nya: “Sungguh, telah dekat hari qiamat, dan telah terbelah bulan, dan ketika melihat tanda2 kebesaran Kami, merekapun ingkar lagi berpaling seraya berkata, “Ini adalah sihir yang terus-menerus”, dan mereka mendustakannya, bahkan mengikuti hawa nafsu mereka. Dan setiap urusan benar-benar telah tetap... (sampai akhir Q.S. Al-Qamar).

foto koleksi NASA



Kisah Nyata Daud Musa Pitkhok (Muallaf), ketua Al-Hizb Al-Islamy Inggris
“Aku pernah meneliti agama2 (sebelum menjadi muslim), maka salah seorang mahasiswa muslim menunjukiku sebuah terjemah makna2 Al-Qur’an yang mulia. Maka, aku pun berterima kasih kepadanya dan aku membawa terjemah itu pulang ke rumah. Dan ketika aku mem-buka2 terjemahan Al-Qur’an itu di rumah, maka surat yang pertama aku buka ternyata Al-Qamar. Dan aku pun membacanya: “Telah dekat hari qiamat dan bulan pun telah terbelah.”

Aku bergumam: Apakah kalimat ini masuk akal? Apakah mungkin bulan bisa terbelah kemudian bersatu kembali? Andai benar, kekuatan macam apa yang bisa melakukan hal itu? Maka, aku pun berhenti membaca ayat2 selanjutnya dan aku menyibukkan diri dengan urusan kehidupan se-hari2. Akan tetapi Allah maha tahu tentang tingkat keikhlasam hamba-Nya dalam pencarian kebenaran.

Suatu hari aku duduk di depan televisi Inggris. Saat itu ada sebuah diskusi antara seorang presenter Inggris dan 3 orang pakar ruang angkasa AS. Ketiga pakar antariksa tersebut bercerita tentang dana yang begitu besar dalam rangka melakukan perjalanan ke antariksa, padahal saat yang sama dunia sedang mengalami masalah kelaparan, kemiskinan, sakit dan perselisihan. Presenter berkata, “Andaikan dana itu digunakan untuk memakmurkan bumi, tentulah lebih banyak gunanya.” Ketiga pakar itu pun membela diri dengan proyek antariksanya dan berkata, “Proyek antariksa ini akan membawa dampak yang sangat positif pada banyak segmen kehidupan manusia, baik pada segi kedokteran, industri ataupun pertanian. Jadi pendanaan tersebut bukanlah hal yang sia2, akan tetapi hal itu dalam rangka pengembangan kehidupan manusia.”

Dalam diskusi tersebut dibahas tentang turunnya astronot hingga menjejakkan kakinya di bulan, dimana perjalanan antariksa ke bulan tersebut telah menghabiskan dana tidak kurang dari 100 juta dollar. Mendengar hal itu, presenter terperangah kaget dan berkata, “Kebodohan macam apalagi ini, dana yang begitu besar dibuang oleh AS hanya untuk bisa mendarat di bulan? ” Mereka pun menjawab, “Tidak! Tujuannya tidak semata menancapkan ilmu pengetahuan AS di bulan, akan tetapi kami mempelajari kandungan yang ada di dalam bulan itu sendiri, maka kami pun telah mendapat hakikat tentang bulan itu, yang jika kita berikan dana lebih dari 100 juta dollar untuk kesenangan manusia, maka kami tidak akan memberikan dana itu kepada siapapun.”

Mendengar hal itu, presenter itu pun bertanya, “Hakikat apa yang kalian telah capai hingga demikian mahal taruhannya?” Mereka menjawab, ” Ternyata bulan pernah mengalami pembelahan di suatu hari dahulu kala, kemudian menyatu kembali!

Presenter pun bertanya, “Bagaimana kalian bisa yakin akan hal itu?” Mereka menjawab, “Kami mendapati secara pasti dari batu2-an yang terpisah (katrena) terpotong di permukaan bulan sampai di dalam (perut) bulan. Kami meminta para pakar geologi untuk menelitinya, dan mereka mengatakan, “Hal ini tidak mungkin terjadi kecuali jika memang bulan pernah terbelah lalu bersatu kembali!”

Mendengar paparan itu, ketua Al-Hizb Al-Islamy Inggris mengatakan, ”Maka aku pun turun dari kursi dan berkata, ‘Mukjizat (kehebatan) benar2 telah terjadi pada diri Muhammad shallallahu alaihi wassallam 1400-an tahun yang lalu. Allah benar2 telah meng-olok2 AS untuk mengeluarkan dana yang begitu besar, hingga 100 juta dollar, hanya untuk menetapkan akan kebenaran muslimin! Agama Islam ini tidak mungkin salah… Lalu aku pun kembali membuka Mushhaf Al-Qur’an dan aku baca surat Al-Qamar. Dan saat itu adalah awal aku menerima dan masuk Islam.”



Sumber 1 & 2

Isi E-Mail Andi Mallarangeng -Jubir Presiden RI- Bocor..!!!! (Konspirasi)

2

posted by | Posted in ,

JAKARTA (Arrahmah.com) - Kompasiana, beberapa waktu lalu, tepatnya pada tanggal 5 Juli lalu, pernah menerbitkan sebuah surat elektronik milik Andi Mallarangeng, sang jubir Presiden RI. Isi surat tersebut benar-benar mengejutkan. Terlihat sekali konspirasi di balik perhelatan demokrasi yang mahal itu. Pemegang kendali konstelasi politik dalam negeri tetap ada di tangan para kaum bermodal besar (edited by setenangpagihari). Bukan rakyat, sebagaimana yang selama ini dielu-elukan dalam demokrasi.

Andi Mallarangeng

Berikut adalah isi surat elektronik yang dikirimkan oleh Andi Mallarangeng kepada Muchlis Hasyim, editor senior salah satu media cetak besar di Indonesia.

Awalnya dari Ronggo Lawe untuk Muchils Hasyim, isi e-mailnya:
From: Ronggo Lawe
Date: Fri, 3 Jul 2009 18:50:45 -0700 (PDT)
To:
Subject: Kontrol media, mohon jadi pertimbangan

Kawan Muchlis,

Banyak yang mulai tidak suka dengan permainan kita di media. Mereka mulai mengerti cara kita mengontrol berita di media. Itu sebabnya mereka terus mempermasalahkan Kasus DPT bermasalah, isu SARA celi, penghinaan orang Bugis oleh Andi, penjualan Gelora Bung Karno, dll. Saya lihat Fadli Zon cs terus bergerak untuk menguji kekuatan kita di media.. Sebab mereka tahu untuk isu-isu yang sangat sensitif itu, akan sangat janggal sekali jika media tidak memberitakannya dan itu di luar kontrol kita boss. Saya lebih khawatir lagi orang-orang seperti Fadli Zon ini bisa menggerakkan mahasiswa dan masyarakat.

Jadi boss, permainan di media ini mulai berbahaya. Kayaknya kita harus mencari strategi baru..


Kemudian Muchlis Hasyim kasih kabar ke Andi Mallarangeng tentang isi e-mail dari Ronggo Lawe, isi e-mailnya:
From: Muchlis Hasyim
To: mallarangeng@ yahoo.com
Sent: Saturday, July 4, 2009 8:52:49 AM
Subject: Fw: Kontrol media, mohon jadi pertimbangan

Daeng,

Saya baru terima email dari kawan kita ini. Terus terang saya agak tidak nyaman. Mungkin ini kembali menjadi pengingat Daeng. Isu kemarahan masy sulsel, DPT, dan penggadaian GBK, Din Samsudin yang semakin rame, saya khawatir bisa bergulir diluar kontrol kita. Perlu dicermati baik-baik dan diantisipasi semaksimal mungkin boss. Saya harap Daeng bisa memberikan pencerahan.

Trims

MH


Selanjutnya Andi Mallarangeng membalas e-mail dari Muchlis Hasyim, isi e-mailnya:
From: Andi Mallarangeng
Date: Fri, 3 Jul 2009 18:59:14 -0700 (PDT)
To:
Subject: Re: Kontrol media, mohon jadi pertimbangan

Muchlis yang baik tapi sedang gundah,

Menurut saya, kita masih on the track. Isu yang menyudutkan saya di Makasar, masalah di Medan, DPT bermasalah, atau omongan ngaco PS tentang GBK tidak akan mempengaruhi pemilih. Apa dia punya bukti kita memanipulasi media. Masyarakat kan melihat media sendiri lah yang menentukan berita mana yang pantas mereka turunkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Ada beberapa argumen yang bisa memperkuat keyakinan saya bahwa beragam isu ini tidak akan mempengaruhi kita.

Pertama, bangsa kita berada pada tahap puncak konsumerisme yang menyebabkan kaburnya identitas Nasional. Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasila itu tinggal jargon2 saja. Jadi orang akan memiih dari apa yang mereka lihat dan sukai dan itu jelas masalah pembawaan dan penampilan. Masyarakat konsumen tidak akan peduli dengan apa yang dibawa oleh orang tersebut. Mau kapatalis, sosialis, atau neolib sekalipun, mereka tidak akan pedulikan. Yang penting mereka puas dengan penampilan si kandidat.. Dan kandidat itu adalah SBY-Boediono. Jadi, kejadian saya di Makassar kemarin itu tidak usah dipikir terlalu berat, itu hanya sebuah eksperimen kecil saya untuk melihat apakah isu berbau SARA masih mendapat tempat di masyarakat kita? dan saya sudah mendapatkan jawabannya, memang betul terjadi sedikit riak di Makassar sana dan mungkin elektabilitas JK langsung meningkat tajam. Tetapi lihatlah pada hari pencontrengan nanti, masyarakat tetap tidak akan bergeming dari pilihan kita. Sebab bagi masyarakat konsumen, yang penting bukanlah isu, tetapi penampilan dari kandidat. Ibaratnya blackberry vs pancasila, jelas ketahuan mana yang laku dan tidak sekarang ini. Masyarakat kita mati2an berhutang kiri kanan buat beli blackberry makin lupa lah sama pancasila. Ingat bung, Obama bisa jadi presiden hanya karena konsumerisme dan kapitalisme di AS sedang runtuh sehingga penduduknya kembali ke nilai-nilai kebangsaannya yaitu "all men are created equal", makanya kulit hitam bisa jadi presiden. Kalau ndak ada keruntuhan ekonomi ndak mungkin kejadian tuh Obama boss.

Kedua, FZ cs tidak percaya bahwa politik aliran sudah mati di Indonesia. NU, Muhammadiyah apalah yang lain juga sudah tidak seperti dulu lagi. Kita kan juga liat sendiri, kyai kan UUD juga akhirnya toh, tinggal mana yang kantongnya paling dalam dan janjiny paling manis aja. Dan kita kan main cantik sekali seperti anda liat. Lalu, orang seperti ini ini juga tidak mau belajar dari sejarah kepemimpinan nasional di Indonesia. Sejak negara ini berdiri, semua presiden yang naik itu karena kecelakaan sejarah. Bung Karno diangkat menjadi presiden, karena Jepang kalah dari sekutu dan terjadi vacuum of power pada masa itu. Soeharto naik juga akibat kecelakaan sejarah yaitu terjadinya peristiwa 65. Nah yang lucu, setelah itu kecelakaan sejarahnya semakin ngaco. Reformasi bergulir tahun 98, menghasilkan presiden yang buta. Presiden buta dijatuhkan, naik pula lah perempuan bisu. Kalau politik aliran memang belum mati, sudah pasti Mega atau Habibie jadi. Lagipula kalau memang ada politik aliran maka alirannya pasti jawa, laki-laki, militer dan islam. Non jawa seperti saya dan teman-teman ini kan sudah memang tempatnya jadi king maker saja, lebih enak ndak repot tapi kebagian serunya toh. Makanya SBY berbeda, dia muncul by design yang matang lewat pemilihan langsung.

Ketiga, ancaman tentang gerakan mahasiswa dan rakyat itu sudah tidak relevan lagi dengan iklim demokrasi sekarang. Hanya mimpi siang bolong yang bisa menghadirkan kekuatan mahasiswa. Bahkan tahun 98 pun banyak orang salah meletakkan sejarah itu sebagai kebangkitan mahasiswa menggulingkan Soeharto. Padahal bukan begitu. Itu memang jatuhnya Soeharto dan mahasiswa jadi alat saja, tapi memang jumlahnya besar sekali jadi secara visual kelihatan seperti sebuah fenomena gerakan mahasiswa yang digerakkan sebuah pemikiran kebangsaan. Buktinya tidak ada satu pun tokoh mahasiswa yang jadi legenda karena pemikirannya di tahun 98. Rama yang jadi tokoh terpopuler pun ternyata Cuma onggokan omong kosong saja dan sebentar lagi berangkat pula ke bui. Jadi tidak perlu khawatir mahasiswa kita ndak ada yang berkualitas pemikirannya sampai bisa menggerakkan massa jadi selalu menunggu ditungangi. Dan yang menunggangi tidak pernah pintar sehingga selalu ketahuan sehingga masyarakat tidak pernah percaya lagi sama kredibilitas demo mahasiswa jadi tenang saja boss. Kita mengontrol pikiran dan sentiment public sekarang, ndak ada yang bisa kalahkan itu. Sudahlah, rakyat tidak percaya lagi pada mahasiswa. Kita datangin mereka ke tv saja mereka sudah senang sekarang. jadi Bos, gerakan mahasiswa itu bukan lagi suatu hal yang menakutkan sekarang.

Lagipula, taruhlah media tidak lagi "bersahabat" , itu hanya segelintir.
Media itu bisnis bung, owner nya ndak mungkin ambil risiko untuk lima tahun ke depan. bisa ndak makan mereka kan. Yang penting anda kan sudah dijelaskan dan ditunjukkan. selama skenario utama tetap terjaga, Cuma hitungan hari kok dan jadilah kita berangkat ke Bermuda kan haha ingat saja, skenario ini sudah lima kali dites dan tidak pernah gagal.. Dengan persiapan sudah lebih lama dan panjang, skenario sekarang jauh lebih sempurna.Ndak usah paniklah dengan semua isu yang berkembang ini, mereka lupa musuh utama adalah waktu, bukan kita. betul kan? Kalau orang ini memang bisa berbuat sesuatu kan sudah lama dia lakukan.

Ok boss, nda usah kuatir dengan FZ cs, mereka itu cuma angin sepoi-sepoi. Tiga hari lagi dan lima tahun ke depan kita selesaikan urusan dengan mereka satu persatu.

Trims

AM



Manusia Kepala Kuda Menggegerkan Google

2

posted by | Posted in | Posted on


Munculnya sosok 'manusia kuda' menggegerkan masyarakat Aberdeen Skotlandia .??'Manusia kuda' memang belum meresahkan masyarakat karena ia tidak mengganggu manusia.

Manusia 'berkepala' kuda ini muncul di hasil jepretan kamera mobil Google Street View, yang tengah lewat sebuah jalan di Aberdeen.??Saat gambarnya diabadikan di pinggir jalan Hardgate, Aberdeen, si manusia kuda sedang menatap mobil Google Street View yang sedang keliling mengambil foto panorama di lokasi itu.

Selain berkepala kuda, ia mengenakan kaus lengan panjang berwarna ungu, bercelana jins hitam, dan kabarnya juga 'memiliki' ekor. Menurut Channel4.com, kabar keberadaan manusia kuda semakin merebak saat pengguna Twitter bernama Russel Moffat, memberitahukan kepada sekitar 460 followernya tentang munculnya manusia kuda di Google Street View.

Sejak itu, cerita tentang manusia kuda diliput oleh berbagai media internasional. Namun, hingga kini belum ada pengakuan dari seorangpun mengenai siapa manusia sebenarnya, yang berada di balik topeng kuda itu.?Beberapa pembaca situs BBC banyak yang mengirimkan email dan memberikan keterangan kepada BBC bahwa mereka juga sempat bertemu dengan si manusia kuda.

Salah satunya, Stefan Kleen dari Jerman, yang mengatakan bahwa ia dan istrinya juga bertemu manusia kuda di sebuah festival di Jerman. pekan lalu. "Dia (kepala kuda) hanya berbicara dalam bahasa Inggris, sehingga kami kami tidak bicara banyak," kata Kleen kepada BBC.

Pria bernama John Ainsworth juga merasa yakin bahwa itu adalah manusia kuda yang ia temui di daerah Norwich awal tahun ini, saat berjalan di taman Wensum Park. "Saya kira saya hanya berhalusinasi saat pertama melihatnya. Namun saya kemudian menyadari bahwa itu adalah kenyataan," kata Ainsworth.??Namun, pembaca BBC lainnya tak begitu terkesan dengan kabar ini. Gareth Remblance mengatakan bahwa si manusia kuda hanya orang yang ingin menarik perhatian saja.

"Horse boy bukanlah satu orang pribadi saja. Tapi dia adalah sebuah topeng murahan. Saya melihat contoh topeng seperti itu di Download Festival di Donington," kata dia.??Kejadian aneh ini memang bukan yang pertama bagi google Street View. Sebelumnya, pada Februari lalu, foto di Google Street View Norwegia sempat memotret dua orang berpakaian selam lengkap dengan kacamat selam (snorkle) serta sepatu fin, tengah mengejar mobil Street View sambil mengacungkan tombak penangkap ikan.

Google Street sendiri adalah sebuah di fitur Google Maps dan Google Earth yang menyediakan foto-foto panorama yang diabadikan oleh mobil Street View di banyak jalan raya di seluruh dunia.

Keberadaan Street View sendiri sempat mengundang kontroversi baru-baru ini. Belakangan diketahui bahwa kendaraan Street View tak hanya mengabadikan foto, namun juga merekam aliran data internet yang ditransmisikan lewat jaringan WiFi terbuka, yang dilalui mobil Street View itu.



Masih Ingat Bo Bo Ho dan Kawannya..?? Inilah Mereka Setelah Dewasa

0

posted by | Posted in , | Posted on

Bo Bo Ho dan temennya yang lucu tapi jago kung fu shaolin itu dulu sempet menjadi ikon jagoan kung fu cilik dengan memerankan berbagai judul film. Salah satu film mereka yang terkenal adalah "Shaolin Popeye".

Berikut kabar mereka berdua setelah dewasa..




mantan bintang cilik telah diterima di Department of Transportation Management of Taiwan ' s Tamkang University . agar dapat membayar uang kuliah, Hao Shaowen bekerja di toko es krim. dengan rendah hati ia mengatakan ia ingin belajar ttg Manajemen transportasi dan mengapplikasikannya.




Hao Shaowen (bo bo ho ) masih single saat ini, saat ditanya apakah dia iri , partnernya dulu, Shi Xiaolong, menjadi aktor lagi setelah lulus dari SMU amerika, dia hanya menjawab dia tidak iri, dan dia tak akan jadi aktor lagi.




Setelah lima tahun belajar di Professional Children ' s School, Shi Xiao Long (Aston Chen), 20, telah lulus dari The New York college Juni ini dan telah kembali ke china.

Shi Xiao Long menampilkan wushu saat pesta kelulusan, segera Soon Shi Xiao Long akan melakukan action thriller (Huo Xian Zhui Zong) untuk CCTV movie channel. Project ini mengambil waktu di th 1930 Shanghai , dan Shi Xiao Long akan menjadi polisi trainee.






Mudah-mudahan persahabatan mereka tak lekang oleh ruang dan waktu..
berkaca-kaca berkaca-kaca berkaca-kaca


Many thank's to Dik_Re

Cara Membedakan Flashdisk Kingston yang Asli dan Palsu

1

posted by | Posted in , | Posted on

Flashdisk masih dalam kemasan


Penampakan fisiknya
Kingston palsu yang kiri atau yang kanan? takonbingung

Okeh..!! sekarang kita lihat lebih dalam perbedaannya..


Spoiler 1. Kepala USB Script:
Pada yang palsu (kiri) gak ada tulisan pada kepala USBnya. dan juga lebih pendek


Spoiler 2. Tuas geser kepala USB Script:
Pada yang palsu (bawah) warna plastiknya agak kebiruan. Dan agak tersendat-sendat ketika di geser keluar masuk. Jika kepala USB pada yang palsu ditekan agak keras, maka kepala USB dapat masuk ke posisi semula. Sedangkan jika yang asli, kepala USB sangat kokoh sehingga tidak akan masuk hanya dengan menekan kepala USB.


Spoiler 3. Casing Plastik Flashdisk Script:
Bahan plastik flashdisk palsu (atas) agak kebiruan dan bahannya tidak sekeras yang original. Juga tidak adanya plstik tipis sebagai pelindung lecet pada tulisan Data Traveler.


Spoiler 4. Posisi pada saat dicolok Script:
Gambar atas (palsu) menunjukan Flashdisk agak miring ke bawah. Namun gambar bawah (asli) Flashdisk lurus pada saat dicolok.


Spoiler 5. Nama Drive & Nama Device Script:
Pada yang Asli Nama drive-nya ”Kingston”. Namun pada yang palsu ”Removable Drive“.

Kita harus mengacungkan jempol untuk yang palsu.. Sebab nama device FlashDisknya adalah “Kingston2.0″ sedang untuk yang asli Untuk Nama device FlashDisk nya “KingstonData Traveller2.0″

(screenshot nama flashdisk dapat di lihat di spoiler di bawah ini)


Spoiler 6. Benchmark Script:

Dapat dilihat gambar atas (palsu) transfer rate yang lambat pada saat permulaan dan tiba-tiba melonjak tinggi disaat pertengahan dan access time yang tinggi.



Many thank's to warungvideo

Proses Ular yang Memakan Kadal Raksasa (Full Pic)

0

posted by | Posted in , ,




Untuk gambar-gambar berikutnya Ane pake spoiler biar ringan buka page-nya. Kasihan yang internet bandwith-nya kecil Gan.. piss


Spoiler Ular-Kadal 3 Script:


Spoiler Ular-Kadal 4 Script:


Spoiler Ular-Kadal 5 Script:


Spoiler Ular-Kadal 6 Script:


Spoiler Ular-Kadal 7 Script:


Spoiler Ular-Kadal 8 Script:


Spoiler Ular-Kadal 9 Script:


Spoiler Ular-Kadal 10 Script:


Spoiler Ular-Kadal 11 Script:


Spoiler Ular-Kadal 12 Script:


Spoiler Ular-Kadal 13 Script:

10 Hewan Misterius Di Dunia

4

posted by | Posted in | Posted on

1. Ahool
Ahool adalah kelelawar yang berukuran raksasa. Rentang sayapnya berukuran lebih dari 7 kaki. Hewan ini pernah dilihat di sekitar Jawa, Indonesia.


2. Agogwe
Agogwe adalah makhluk seperti manusia dan berukuran sangat kecil, mirip kurcaci. Sering ditemukan di Timur Afrika.


3. Arabhar
Arabhar yaitu ular terbang raksasa yang dipercaya berada di sekitar laut Arab.


4. Tsuchinoko
Spesies ular yang amat langka dan aneh, berperut gendut mirip botol atau pin boling dengan ekor yang kecil mirip ekor tikus. Pernah dilihat di Hokaido, Jepang.


5. Yeti
Serupa dengan Bigfoot, muncul di wilayah Himalaya.


6. Buru
Kadal sepanjang 15 kaki dan berwarna gelap. Ditemukan di Himalaya dan dipercaya telah punah.kira-kira wujudnya hampir menyerupai gambar di atas.


7. Jersey Devil
Binatang berbentuk kuda yang mempunyai sayap seperti kelelawar dan mempunyai tangan. Berdiri dengan dua kaki, ditemukan di New Jersey, Amerika Serikat.


8. Mokele
Dipercaya sebagai dinosaurus yang masih hidup di Kongo, Afrika.


9. Mothman
Merupakan makhluk setengah manusia dan setengah kelelawar, tidak memiliki leher, bersayap dan bermata merah. Pertama kali dilihat pada tahun 1966 dan diidentifikasikan sebagai UFH ( Unidentified Flying Humanoid).


10. Ogopogo
Monster laut yang serupa dengan Nessie di danau Loch Ness. Bedanya Ogopogo ditemukan di danau Okanagan, Kanada.



Many thank's to diastembah